RSS

Arsip Tag: hikmah kalimah tahlil

FADHILAH KALIMAT TAHLIL

A.     FADHILAH KALIMAT TAHLIL لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ

Rasulullah saw pernah bersabda : “Perbaruilah imanmu sekalian! Kemudian ditanyakan oleh para sahabat  : “Bagaimana cara memperbarui iman kita Ya Rasulullah? Maka Rasulullah menjawab : Perbanyaklah mengucapkan kalimat   لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ   (HR. Ahmad dan Al Hakim)

Kalimat tahlil  yang berarti : “Tidak ada Tuhan kecuali Allah” mengandung beberapa keutamaan, antara lain:

1. Orang yang membaca kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  hanya untuk mencari ridha Allah, akan diharamkan oleh Allah masuk neraka. Rasulullah saw bersabda:

اِنَّ الله قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  يَبْتَغِى بِذٰلِكَ وَجْهَ اللهِ (رواه البخارى ومسلم)

Artinya : “Sesungguhnya  Allah   mengharamkan   masuk  neraka   orang  yang  mengucap  kalimat  لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  dengan tujuan mencari ridha Allah. (HR. Bukhari-Muslim)

2. Kalimat tahlil لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  merupakan benteng Allah dan orang yang masuk benteng Allah akan selamat    dari siksaNya. Rasul bersabda :

حَدَّ ثَنِى جِبْرِيْلُ قَالَ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  حِصْنِى فَمَنْ دَخَلَ اَمِنَ مِنْ عَذَابِى (رواه ابن عساكر عن على رضي الله عنه)

Artinya : “Malaikat Jibril bercerita kepadaku Jibril berkata : “Allah ta’ala berfirman kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  adalah bentengKu, maka barang siapa masuk ke bentengKu, niscaya selamat dari siksaKu (HR. Ibnu Asakir dari Ali RA)

3. Orang yang membaca لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  seratus kali, akan dibangkitkan oleh Allah   pada hari kiamat wajahnya seperti bulan purnama, Rasulullah saw bersabda :

لَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقُوْلُ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  مِائَةَ مَرَّةٍ اِلاَّ بَعَثَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَلَمْ يَرْفَعْ لِاَحَدٍ يَوْمَئِدٍ عَمَلٌ اَفْضَلُ مِنْ عَمَلِهِ اِلاَّ قَالَ مِثْلَ قَوْلِهِ اَوْزَادَ (رواه الطبران)

Artinya : “Tidak ada seorang hamba yang mengucap kalimat  لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ seratus kali kecuali Allah membangkitkannya pada hari kiamat sedang wajahnya seperti bulan purnama. Dan tidak ada amal seorang hamba yang melebihi keutamaannya pada hari kiamat daripada amalnya keculai orang yang mengucap seperti ucapannya atau melebihinya. (HR. Thobroni)

4. Orang yang bisa mengucap kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  ketika mau meninggal dunia akan masuk surga. Rasulullah saw. bersabda :

مَنْ كَانَ اٰخِرَ كَلاَمِهِ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya : “Barangsiapa yang akhir ucapannya kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

5. Kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  merupakan dzikir yang paling utama. Rasulullah saw bersabda :

اَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  وَاَفْضَلُ الدُّعَاءِ اَلْحَمْدُ ِللهِ (رواه الترميد والنسائى)

Artinya : “Seutama-utama dzikir adalah لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  dan seutama-utama do’a ialah    اَلْحَمْدُ ِللهِ (HR. At Turmudzi dan An Nasai)

6. Kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  timbangannya paling berat dibanding amalan yang lain. Rasulullah saw pernah menceritakan bahwa nabi Musa a.s. berdoa kepada Allah : “Wahai Tuhanku, beritahukanlah kepadaku sesuatu yang dengan itu aku bisa mengingatMu. Maka Allah berfirman : “Ucapkanlah لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  . Nabi Musa a.s. berkata : “Wahai Tuhanku, seluruh hamba-Mu mengucapkan yang demikian, tetapi saya mengharapkan sesuatu yang dengan sesuatu itu Engkau berkenan melindungi aku. Selanjutnya Allah berfirman :

يَامُوْسَ لَوْاَنَّ السَّمٰوَاتِ السَّبْعَ وَعَامِرُ هُنَّ غَيْرِى وَاْلاَرَضِيْنَ السَّبْعَ جُعِلَتْ فِى كَفَّةٍ وَلاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ فِى كَفَّةٍ لَمَالَتْ بِهِنَّ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ (رواه النسائى)

Artinya : “Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh penghuninya selain Aku dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu timbangan dan kalimat  لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  diletakkan dalam timbangan yang lain, niscaya kalimat  لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  lebih berat timbangannya (HR. An-Nasa’i)

Shahabat Abu Bakar ra, pernah berkata

عَلَيْكُمْ بِلاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَاْلاِسْتِغْفَارِ وَاَكْثِرُوْا مِنْهُمَا فَاِنَّ اِبْلِيْسَ قَالَ اَهْلَكْتُ النَّاسَ بِالذُّنُوْبِ وَاَهْلَكُوْنِى بِلاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَاْلاِسْتِغْفَارِ فَلَمَّا رَاَيْتُ ذلِكَ اَهْلَكْتُهُمْ بِاْلاَهْوَاءِ وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ وَاَنَّهُمْ مُهْتَدُوْنَ(رواه ابويعلى)

Artinya : “Biasakanlah mengucapkan kalimat لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  dan membaca   istigfar   dan   perbanyaklah   membaca   keduanya,   karena sesungguhnya  iblis   berkata   “Saya   menghancurkan   manusia   dengan  dosa – dosa  dan manusia menghancurkan aku dengan bacaan لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُdan istigfar. Maka ketika saya mengetahui yang demikian itu, saya hancurkan mereka dengan hawa nafsu, sedang mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk (R. Abu Ya’la)

7. Diceritakan dari Syikh Abi Zail Al-Qurthubi bahwa dia berkata : “Saya mendengar dari sebagian Shahabat Rasulullah

اَنَّ مَنْ قَالَ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ سَبْعِيْنَ اَلْفَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ فِدَاءً مِنَ النَّارِ

Artinya : “Sesungguhnya orang yang membaca kalimat  لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  70.000 kali, maka dapat menjadi tebusan dari neraka

Saudaraku, keluargaku dan santri-santriku, kalimat  لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ    tidak cukup hanya diucapkan saja, melainkan harus diamalkan maksud yang terkandung dalam kalimat tersebut yaitu mengabdikan diri kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari. Adapun membaca kalimat tersebut sebanyak-banyaknya akam memnambah fadhilah sesuai yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Wallahu a’lamu bish-shawab.

 
 

Tag: , , , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.